Wali Kota Bekasi Temui Korban Keracunan MBG, Pastikan Penanganan Cepat dan Evaluasi Menyeluruh

oleh -527 Dilihat
oleh

Enam Siswa SD di Bekasi Keracunan Usai Konsumsi Makanan Bergizi Gratis, Pemkot Lakukan Evaluasi Total

Diskusi Bekasi — Enam siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kota Baru III, Kecamatan Bekasi Barat, dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Ananda Bekasi setelah mengalami gejala keracunan makanan. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (2/10/2025), tak lama setelah para siswa menyantap hidangan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Menurut laporan sementara dari pihak sekolah, beberapa siswa mengeluhkan mual, pusing, dan sakit perut sesaat setelah jam makan siang. Guru dan petugas sekolah segera mengevakuasi mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Mengetahui kejadian tersebut, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, langsung mendatangi rumah sakit untuk menjenguk para korban dan memastikan penanganan berjalan optimal. Ia menyampaikan rasa prihatin dan empati kepada para siswa serta keluarga yang terdampak.

Baca Juga : Isu Pocong di Bekasi Bikin Heboh, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

“Saya turut prihatin atas kejadian ini. Alhamdulillah, kondisi para siswa kini sudah dalam penanganan tim medis dan berangsur membaik. Saya pastikan seluruh biaya perawatan mereka ditanggung pemerintah hingga benar-benar pulih,” ujar Tri Adhianto saat ditemui di RS Ananda Bekasi.

Tri menegaskan, Pemerintah Kota Bekasi bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh penyedia makanan program MBG. Pemeriksaan meliputi uji laboratorium terhadap sampel makanan, pengecekan dapur produksi, serta audit kebersihan penyimpanan dan distribusi bahan makanan.

“Program Makanan Bergizi Gratis ini adalah ikhtiar baik untuk menyehatkan generasi kita. Karena itu, keamanan, kebersihan, dan kualitas makanan akan menjadi prioritas utama. Saya minta seluruh jajaran terkait memperketat pengawasan di setiap sekolah agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Selain itu, Tri juga meminta masyarakat—khususnya para orang tua siswa—untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Pemkot Bekasi menurunkan tim gabungan yang terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan investigasi mendalam.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dr. Rini Handayani, menyebut bahwa hasil observasi awal menunjukkan gejala ringan akibat kemungkinan kontaminasi bakteri pada salah satu komponen makanan. Pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium resmi untuk memastikan penyebab pasti.

“Kami juga akan memperkuat pendampingan gizi dan pelatihan higienitas kepada seluruh penyedia jasa katering program MBG agar standar keamanan pangan benar-benar diterapkan,” jelas dr. Rini.

Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi Pemkot Bekasi untuk meningkatkan pengawasan dalam implementasi program sosial, terutama yang menyangkut kesehatan anak-anak sekolah dasar. Meski demikian, Tri menegaskan bahwa program MBG tidak akan dihentikan, melainkan akan diperbaiki agar semakin aman dan berkualitas bagi peserta didik di seluruh wilayah Kota Bekasi.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.