Polisi temukan brankas rusak pada kasus sekuriti tewas di Bekasi

oleh -418 Dilihat
oleh

Polisi temukan brankas rusak pada kasus sekuriti tewas di Bekasi

Diskusi Bekasi – Kabupaten Bekasi – Penemuan seorang sekuriti tewas di Jalan Tarum Barat II, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat. Yang menjadi sorotan pihak kepolisian adalah kondisi brankas milik salah satu bank negara di lokasi tersebut yang ditemukan dalam keadaan rusak.

Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Pol. Mustofa, menyatakan bahwa penyidik masih mendalami hubungan antara kematian korban dengan kondisi brankas, meski dugaan awal mengarah pada gantung diri.

“Apakah antara brankas yang rusak dengan sekuriti yang meninggal dunia itu ada korelasinya? Apakah dua perbuatan yang berbeda atau satu rangkaian perbuatan,” kata Mustofa di Cikarang, Selasa (30/9).

Tim penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menyeluruh, termasuk pemeriksaan sidik jari dan kondisi fisik brankas, yang kemudian akan dicocokkan dengan hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian.

“Nanti kita list, kalau mendasari pada hasil autopsi biar jelas tentang penyebab kematian sekuriti tersebut,” tambahnya.

Baca Juga : Heboh Tunjangan DPRD Kota Bekasi, Tri Adhianto Klaim Sesuai Landasan Konstitusional


Penemuan Brankas Rusak dan Dugaan Awal

Brankas tersebut diduga digergaji pada saat kejadian, bersamaan dengan ditemukannya jasad sekuriti berinisial HB pada Jumat (26/9/2025) pagi. HB ditemukan tergantung dengan kondisi leher terikat pada tangga lantai dua ruko tempatnya bekerja. Petugas kebersihan setempat, AS, yang pertama kali mengetahui kejadian ini, segera melaporkan kepada pihak berwajib.

Kapolres Mustofa menambahkan bahwa penyelidikan juga mencakup pemeriksaan lima orang saksi, termasuk kepala cabang bank setempat, serta telepon genggam korban untuk mencari petunjuk tambahan.

Selain itu, polisi menindaklanjuti berbagai informasi yang beredar di media sosial, termasuk video viral tentang brankas yang digergaji dan tangkapan layar percakapan yang menyebut adanya ancaman terhadap korban.

“Kami belum dapat memastikan apakah korban tewas akibat gantung diri atau menjadi korban pembunuhan dengan motif perampokan,” tegas Mustofa.
“Kami akan umumkan perkembangan kasus ini setelah semua hasil pemeriksaan lengkap. Kuncinya menunggu hasil autopsi, baru semua rangkaian pemeriksaan disatukan,” lanjutnya.


Reaksi Warga dan Kejadian di Lokasi

Dari hasil pemeriksaan awal, area rolling door tempat korban bekerja tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Penemuan jasad sekuriti ini sontak menggegerkan warga sekitar, karena lokasi kejadian berada di lingkungan padat permukiman dan kawasan pertokoan yang ramai pengunjung.

Salah seorang warga, Febriyan, mengatakan:

“Iya, ada korban gantung diri. Sekuriti, usianya sudah bapak-bapak. Kejadiannya pagi-pagi, bikin heboh warga sekitar.”

Petugas dari Polsek Cikarang Pusat dan Polres Metro Bekasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan memastikan keamanan lingkungan sekitar.


Fokus Penyidikan

Polisi menekankan bahwa penyelidikan kasus ini masih berjalan, termasuk menelaah kemungkinan korelasi antara kerusakan brankas dengan kematian sekuriti. Hasil autopsi dan pemeriksaan forensik diharapkan dapat memberi kejelasan apakah kejadian ini murni gantung diri, atau ada indikasi tindak kriminal.

Kasus ini menjadi peringatan bagi pihak keamanan perbankan dan masyarakat terkait protokol keselamatan kerja dan pengawasan di area rawan risiko.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.